"Dari berbagi menjadi Peduli"

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Saturday, 5 May 2018

Sejarah Psikologi di Indonesia

17:49 Posted by aJHIr Saputra , No comments
Sejarah Psikologi di Indonesia

Ada yang mengenal Bapak Dr. R. Slamet Iman Santoso (1907-2004). Dialah Bapak Psikologi Indonesia.

Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI yang meninggal dalam usia 97 tahun, Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30, ini tidak saja perintis dan pendiri Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tetapi juga perintis studi psikologi di Indonesia. Patutlah dia digelari Bapak Psikologi Indonesia.

Psikiater kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907, ini juga ikut mendirikan beberapa universitas.Pria yang senang berpakaian putih-putih ini dikenal jujur, jernih, tegas dan konsisten. Prinsip hidupnya tak pernah berubah sampai akhir hayatnya. Penerima Bintang Mahaputra Utama III (1973) ini, menurut puteranya Dr Oerip Setiono, meninggal setelah tiga tahun terakhir terbaring di rumah kediamannya, Jl Cimandiri 26, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Menteng Pulo setelah sebelumnya disemayamkan di aula FKUI Salemba, Jakarta.

Dia meninggalkan tujuh anak, 13 cucu dan delapan buyut. Isterinya, Suprapti Sutejo, sudah terlebih dahulu meninggal pada November 1983. Penerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Nasional dari IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1978, ini selain sebagai perintis dan pendiri Fakultas Psikologi UI juga ikut mendirikan Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin.

Motivasi mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Gloegoer, Medan (1937-1938), ini merintis dan mendirikanfakultas psikologi, karena sebagai psikiater menemukan banyak masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh psikiater. Dalam bidang profesi kedokteran, dia menerima penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989. Sebagai seorang ahli psikologi,tahun 1961, dia memimpin sekitar lima puluh mahasiswa Fakultas Psikologi UI, mengunjungi penduduk yang terkena gusuran pembuatan Istana Olahraga Senayan dan dipindahkan ke daerah Tebet dan Penjaringan.

Mereka berdialog dengan penduduk tergusur itu. Kunjungan ini, menjadi awal pogram mahasiswa turun ke lapangan (masyarakat).Bidang studi psikologi pun makin menarik perhatian banyak orang. Masa-masa psikologi mengalami kesulitan (saat psikologi hanyalah sebuah jurusan dalam lingkungan FKUI), seperti sudah terlupakan. Saat itu, kata Slamet dalam pidato ketika menerima penghargaan bintang jasa Mahaputra Utama III (1973), dia merasa ibarat seorang yang sedang berdiri seorang diri di tepi pasir yang gersang tanpa pedoman untuk melintasinya sambil mengajak saudara-saudara mengembangkan disiplin ilmu yang baru ini.

Conny Semiawan, mantan rektor IKIP Jakarta yang juga murid dan sempat menjadi asisten Slamet Iman dalam menguji mahasiswa, mengenang Slamet sebagai orang yang sangat tertib, teliti dan juga memiliki wawasan yang sangat luas, selalu berfikir filosofis meskipun bukan ahli filsafat. Dalam menguji mahasiswa, Slamet selalu menegaskan jangan menanyakan apa yang kamu ketahui, tetapi usahakan untuk bertanya apa yang dipahami mahasiswa. Dengan demikian dialog akan terjadi dan mahasiswa dapat mengaktualisasikan dirinya.Menurut Conny Semiawan, Slamet adalah tokoh pendidikan yang berani.

Dia adalah orang pertama mengusulkan perlunya satu standar bagi semua jenjang pendidikan di Indonesia. Usul yang dia lontarkan sepanjang tahun 1979-1981 ini membuat heboh dunia pendidikan. Dia juga orang yang mengkritik keras minimnya gaji guru yang dia sebut dapat merusak dunia pendidikan. Dia membandingkan gaji guru jaman Belanda yang dua kali lipat daripada gaji dokter. Sehingga guru tak perlu mencari tambahan dan dunia pendidikan tidak dicampurbaurkan dengan bisnis.Dia juga mempunyai andil besar dalam merintis program penerimaan mahasiswa melalui UMPTN.

Ketika itu (1979-1980), Slamet menjadi Ketua Komisi Pembaruan Pendidikan Nasional (KPPN, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Saat itu terjadi booming lulusan SMA yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sebagai contoh, UI yang kapasitasnya sekitar 800 mahasiswa tapi jumlah pendaftar 4000 orang. Maka melalui komite yang diketuainya dibentuklah satu sistempenerimaan calon mahasiswa yang sejak 1979 sudah berlangsung dengan nama yang sekian kali berubah mulai dari Skalu, Proyek Perintis, Sipenmaru (Sistim Penerimaan Mahasiswa Baru) dan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pria yang dikenal terus terang dan sempat menjadi Penjabat Rektor UI, ini meskipun sudah mengakhiri jabatan sebagai Ketua Komisi Pembaruan Sistem Pendidikan, 1980, ia masih sempat mengurusi penerimaan calon mahasiswa pada tahun 1981.

Sudah sangat banyak tokoh pendidikan bekas murid Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1950-1953) serta mantan Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Di antaranya, Conny Semiawan, Fuad Hassan, Sujudi, Wardiman Djojonegoro, Mahar Mardjono dan Saparinah Sadli. Para mantan mahasiswanya ini sangat menghormati dan mengagumi gurunya ini. Mereka mengenangnya sebagai guru yang sangat akrab dan suka menularkan pengalaman.

Salah satu ucapannya dalam acara peringatan 100 tahun Albert Einstein di ruang Rektorat UI, 1979: ”Ciri orang pandai, hal yang ruwet bisa disederhanakan, sebaliknya orang bodoh akan meruwetkan soal sederhana.” Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Agung (1968-1973), ini juga penulis terkemuka. Dia sering menulis kolom di berbagai media dan juga menulis buku.

Di antara bukunya yang terkenal adalah Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977); The Social Background For Psychotheraphy in Indonesia; Psychiatry dan Masyarakat; Kesejahteraan Jiwa; School Health in the Community; Sekolah Sebagai Sumber Penyakit atau Sumber Kesehatan; Dasar Stadium Generale, Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuwan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan; dan Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa yang diterbitkan oleh CV Haji Masagung, Jakarta, 1987.

Sebagai dokter ahli penyakit saraf dan jiwa, dia memasang iklan menutup praktek untuk selamanya, 1 Januari 1979. Dia menyadari dirinya sudah tua. Dia pun mengaku sudah capek. Lahir TerbungkusPemberian namanya, Slamet Iman santoso, terkait dengan proses kelahirannya. Dia dilahirkan dalam keadaan terbungkus ari-ari. Ketika itu, semua penduduk desa heran dan membicarakannya. Dia dianggap sebagai bayi ajaib. Dipercaya bayi yang lahir terbungkus ari-ari itu kelak akan mempunyai kelebihan. Sangat jarang kelahiran bayi terbungkus.

Saat bayi terbungkus itu lahir, orang-orang yang melihatnya heran dan bertanya: “Mana bayinya, mana bayinya?” Untunglah tidak semua penduduk desa panic terheran-heran. Seorang tetangga, Nyonya Tambi, isteri seorang petani Indo, membantu membukakan bungkus ari-ari yang membungkusnya. Bayi itupun menangis dan lahir dengan selamat. Maka kata selamat (menjadi Slamet) dijadikan nama jabang bayi yang baru lahir itu. Dia memang terlahir dari keluarga berpendidikan pada zamannya.

Ayahnya seorang Asisten Wedana Banjaran. Di bawah pengasuhan ayahnya, Slamet menikmati masa kecilnya dengan penanaman nilai-nilai keramahan, saling tolong-menolong dan gotong-royong. Dia pun berulangkali, kepada banyak orang, mengisahkan berbagai pengalaman masa kecil yang yang amat berkesan baginya. Salah satu pengalaman itu adalah ketika di suatu saat dia dan anak lain sedang sibuk mencari ucen-ucen, buah tanaman liar yang sangat manis dan biru warnanya. Eh, tiba-tiba Slamet terpeleset, hampir masuk selokan irigasi.

Namun dia beruntung, karena anjing Pak Lurah melompat antara Slamet dan tebing selokan tadi, sehingga dia tertolong. Dia dan kawan-kawanya menceriterakan peristiwa itu kepada Ayah-Ibu Slamet. Sang Ayah dengan spontan mengharuskannya memberi makan si Macan (nama anjing tadi Pak Lurah) itu. Masa kecil dan remaja anak sulung dari dua bersaudara ini sangat bahagia. Ia ikut kakeknya di Magelang, Jawa Tengah. Saking nakalnya, dia dijuluki teman-temannya ‘setan alas’. ”Saya senang main ketapel, berburu anjing dan burung,” katanya, sebagaimana dikutip dalam Buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986. Bahkan mengaku sekali-kali mengganggu orang.

Namun masa kecil dan remajanya diisi dengan mengecap pendidikan pada jaman kolonial Belanda di Magelang, mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch Inlandsche School (HIS (1912-1920) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO (1920-1923). Kemudian melanjut ke MAS-B, Yogyakarta (1923-1926); Indische Arts, Stovia (1926-1932); dan Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).Dia pun terkesan sangat mengagungkan pendidikan masa kolonial Belanda itu. Walaupun dia menyadari kondisi pendidikan ketika itu sangat berbeda disbanding setelah Indonesia merdeka. Dia mengenang, pada zamannya bersekolah dulu, sangat diasakan betapa guru sangat begitu memperhatikan murid dan bersatu dengan orang tua murid. Hal yang sudah jarang terjadi saat ini.

Masuknya Jepang, menurutnya, memberi andil atas awut-awutannya pendidikan di negeri ini. Terasa sekali suasana pendidikan zaman Belanda yang terkesan akrabnya hubungan orang tua-murid-guru, tiba-tiba hilang lenyap, diganti dengan jaman pendidikan Jepang yang mulai awut-awutan. Ironisnya, kondisi ini terus berlangsung sampai sekarang. Dia memberi beberapa bukti. Di antaranya, sekarang ada guru yang mengasih tahu bahan ujian yang akan diuji kepada murid.AbumawasProfesor emeritus Fakultas Psikologi UI ini juga dikenal sebagi tokoh yang jahil dan sering dinilai aneh. Dia sendiri mengibaratkan diri sebagai Abunawas. Karena, menurutnya, Abunawas itu tokoh penuh akal. Jiwa Abunawas itu pun banyak menyemangati hidupnya.Dalam buku, Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986, diceritakan sekali waktu dia melihat mobil seorang pejabat UI diparkir salah dengan posisi miring di halaman kampus UI. Ia mengambil kertas dan menulisnya dengan spidol: “Barangsiapa yang parkir mobil miring, otaknya juga miring”.

Ketika Bung Karno menanyakan pendapatnya mengenai semboyan “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”, Slamet dengan tenang menjawab “Nggak, malah saya gantungkan di cantelan baju. Kalau usang kan bisa diganti.”Suatu ketika, dia menyatakan terheran-heran karena ada orang yang dipinjami buku, mengembalikan buku itu dengan utuh. “Baru sekarang saya temukan orang yang saya pinjami buku mengembalikannya dengan utuh,” katanya.

Dia bilang, hanya orang bodoh yang meminjamkan buku kepada orang lain, dan orang yang mengembalikan buku pinjaman pun adalah orang gila. Hidupnya yang selalu ceria diwarnai canda memberi andil besar atas usianya yang lanjut (97 tahun). Padahal dia tak senang olahraga, termasuk olah raga pagi. Becanda, dia bilang: ”Pagi-pagi itu ‘kan hawanya segar. Kok dipakai buat berkeringat, lebih baik dipakai untuk tidur.”

#sumber : tokohindonesia.com#

Sejarah Perkembangan Psikologi

17:27 Posted by aJHIr Saputra , No comments
Sejarah Perkembangan Psikologi


Psikologi bermula dari konsep sederhana yang kemudian terus dikembangkan dengan pemikiran kritis oleh para ahli psikolog, hingga dikenal sampai sekarang ini. Psikologi kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kejiwaan dan respon tingkah laku manusia dengan lingkungannya. Berbagai macam pendapat ahli bermunculan di jamannya, sebagai suatu proses penyempurnaan konsep psikologi itu sendiri, hingga disepakati dan memiliki makna yang relevan. Sejarah perkembangan psikologi dibagi menjadi beberapa periode jaman dari mulai pra berdirinnya psikologi hingga psikologi seperti yang dikenal saat ini. Berikut ini adalah ulasan sejarah perkembangan psikologi.

1. Periode Pra berdirinya Psikologi

Psikologi berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliku arti jiwa dan kata sehingga diartikan keilmuan yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi bersifat abstrak. Akan tetapi, sifat ini memiliki batasan pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa. Sifat itu berupa tingkah laku atau proses melakukan suatu kegiatan. Sehingga psikologi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses kejiwaan manusia.

Psikologi memiliki kisah perjalanan yang panjang, bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan tentang laboratoriumnya pada tahun 1879 yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. Psikologi dapat dikatakan sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa. Berdasarkan pandangan tersebut, sejarah psikologi dibagi menjadi beberapa periode dengan para tokoh ahli didalamnya.

Pra psikologi juga merupakan periode dimana psikologi belum dijadikan sebagai keilmuan, atau juga masih menjadi dasar pemikirann- pemikiran yang menjadi dasar terbentuknya psikologi. Hasil pemikiran- pemikiran kritis terhadap hubungan manusia dengan lingkungannya yang memunculkan suatu pola tingkah laku khusus inilah yang menjadi daya tarik Wundt untuk mendalami lebih lanjut hubungan ketiganya sehingga muncul istilah psikologi. Psikologi sendiri merupakan ilmu yan gmempelajari tentang kejiwaan manusia dan tingkah lakunya sebagai respon kaitan dengan lingkungan tempat tinggalnya.

2. Psikologi sebagai Ilmu yang otonom

Pada akhir abad ke 19, merupakan babak baru dalam sejarah psikologi. Tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan sebuah laboratorium psikologi pertama sebagai titik awal perkembangan sejarah psikologi. Laboratorium Wundt didirikan di Leipzig. Wundt juga memperkenalkan metode instropeksi yang digunakan dalam penelitian- penelitiannya. Dia juga dikenal sebagai tokoh penganut strukturalisme karena mengungkapkan teori yang menguraikan struktur dari jiwa. Wundt percaya bahwa jiwa terbentuk dari elemen- elemen. Kemudian, memiliki mekanisme penting yang menghubungkan antar elemen kejiwaan sehingga membentuk struktur jiwa yang utuh dan disebut asosiasi. Oleh karena itu Wundt juga disebut sebagai tokoh asosianisme.

Kemudian, Edward bradford Titchener mencoba menyebarluaskan ajaran dari Wundt ke Amerika. Namun orang Amerika kurang menyukai teori Wundt dan menganggapnya terlalu abstrak dan sulit diterapkan secara langsung. Mereka akhirnya membentuk aliran sendiri yang disebut fungsionalisme dengan tokoh tokoh seperti William james, dan James Mc Keen Cattel. Aliran ini lebih berfokus pada fungsi jiwa dari pada strukturnya. Cattel menemukan teknik evaluasi psikologi berupa psikotest yang merupakan bukti bahwa orang Amerika cukup pragmatis. Meskipun sudah pragmatis, namun aliran fungsionalisme masih dianggap terlalu abstrak. Sarjana Amerika mengehendaki agar psikologi mempelajari hal hal yang objektif dan dapat dilihat. John Broades Watson merupakan pelopor dalam hal ini yang kemudian dikembangkan oleh Edward Chase Tolman dan B.F Skinner.

Selain di Amerika, di Jerman sendiri Wundt mulai mendapatkan kritikan dan koreksi. Oswald Kulpe merupakan salah satu murid Wundt yang kurang puas terhadap ajarannya dan kemudian menciptakan aliran sendiri. Dia menolak anggapan Wundt bahwa berpikir itu selalu dalam piikiran atau bayangan. Kulpe berpendapat bahwa bila tingkat berfikir yang semakin tinggi, tidak akan menyerupai bayangan, melainkan pemikiran yang tidak terbayangkan.

Di Eropa muncul aliran gestalt. Aliran Gestalt menolak ajaran Wundt yang berfokus pada elemen elemen dan berpendapat bahwa gejala kejiwaan perlu dilihat sebagai suatu hal yang bersifat keseluruhan dan tidak dapat dipecah- pecah menjadi bagian. Krueger pada tahun 1924 mengenalkan istilah Ganzheit yang disebut hampir sama dengan aliran gestalt, meskipun Krueger menyebutkan bahwa Ganzheit merupakan bentuk pengembangan dari Gestalt. Krueger berpendapat bahwa teori Gestalt terlalu berfokus pada persepsi objek. Hal ini menjadi keraguan karena penghayatan yang menyeluruh adalah hal utama terhadap ruang dan waktu. Sehingga tidak dilihat berdasarkan persepsi saja.

Perkembangan teori psikologi menurut Gestalt berkembang dari field teori atau teori lapangan oleh Kurt lewin. Mulanya Lewin tertarik dengan faham yang dianut oleh gestalt, namun kemudian dia memberikan kritik karena dianggap tidak adekuat. Lewin kemudian mengembangkan psikologi kognitif di Amerika Serikat sebagai langkah lanjutan. Psikologi kognitif merupakan gabungan dari aliran behaviorisme dan aliran Gestalt yang dibawa pada tahun 1940- an. Aliran psikologi kognitif berfokus pada proses- proses pusatseperti sikap, harapan, dan ide dalam membentuk tingkah laku.

Kognitif diartikan sebagai sesuatu yang terjadi di alam sadar/ kognisi. Salah satu tokoh psikologi kognitif antara lain adalah L. Fertinger. Psikoanalisa kemudian lahir membawa pengaruh yang besar dalam perkembangan psikologi hingga saat ini. Psikoanalisa menjelaskan hal hal yang juga tidak tampak dari luar dan secara khusus berusaha menjelaskan apa yang ada di dalam kesadaran manusia.

3. Perkembangan Psikologi Modern


Sejarah perkembangan psikologi berisi mengenai pendapat- pendapat para tokoh- tokoh sejarah ilmu jiwa yang menjelaskan mengenai kejiwaan. Terbentuknya psikologi modern tidak terlepas dari pengaruh para tokoh- tokoh psikologi di masa lalu. Aliran modern yang muncul pada perkembangan psikologi adalah strukturalisme.

Strukturalisme ini adalah awal munculnya pernyataan psikologi sebagai disiplin ilmu yang bersifat otonom dan dibangun menggunakan laboratorium penelitian. Namun karena banyaknya pendapat dan pertentangan maka munculnya banyak aliran- aliran psikologi lainnya, yaitu: fungsionalisme, behaviorisme, gestalt psychology, psikoanalisis, humanistic psychology.


Berikut ini diuraikan lebih jelas lagi mengenai aliran- aliran tersebut:
Strukturalisme

Psikologi pertama kali dikembangkan di laboratorium Wundt sebagai bapak pendirinya. Dengan meneliti mulai dari filosofi- filosofi yang terkait dengan kejiwaan dan mencapai tujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan. Metode instropeksi digunakan secara eksperimental untuk melakukan penelitian secara analisa. Tujuannya untuk menentukan pengalaman kesadaran dengan mengobservasi dan menganalisa unsur- unsur tertentu. Strukturalisme ini mempelajari psikologi dari unsur- unsur yang sudah disusun.

Fungsionalisme
Pelopor aliran Fungsionalisme adalah William James. James beranggapan bahwa pendapat Wundt keliru apabila percobaannya lebih berpusat pada penemuan struktur dan bukan kesadaran atau respon manusianya. c. Aliran ini beranggapan bahwa kelangsungan hidup seseorang merupakan jiwa hubungannya dengan lingkungan. Secara dinamis, aliran ini juga merupakan proses mental terjadinya aktivitas psikologi tujuan dan fungsi.

Behaviorisme

Behaviorisme masuk sebagai gerakan atau aliran psikologi yang kuat dan cukup berpengaruh. Pendiri aliran behaviorisme ini adalah John B. Waston. Aliran ini fokus pada gejala- gejala kesadaran atau dibawah alam sadar. Akan tetapi, masih sesuai dengan tugas psikologi yang berusaha mengamati bentuk tingkah laku dan bagaimana tingkah laku seseorang dikendalikan. B. F. Skinner menyatakan bahwa lingkungan merupakan kunci pennyebab terbentuknya suatu tingkah laku atau respon manusia. Untuk dapat lebih dalam memahami manusia, maka kita perlu melihat lingkungan tempat manusia itu hidup.

Gestalt Psychology

Aliran ini merupakan suatu bentuk pandangan yang terstruktur atau strukturalisme. Pemikiran Gestalt membentuk suatu pola, atau dasar sebagai unit kesatuan sedangkan alat yang mendasarinya adalah persepsi dari hasil pengamatan.

Psikoanalisa

Aliran ini muncul pada tahun 1900- an. Psikologi dikembangkan awalnya dari dasar- dasar tinjauan klinis- psikiatris dari aliran psikoanalisa. Psikoanalisa diawali oleh Sigmund Freud seorang psikiater dari Australia. Pengobatan dilakukan untuk pasien dengan gangguan kejiwaan dan teori kepribadian itu muncul sebagai pendekatan psikoterapi dari berbagai pasien dengan gangguan mental yang berbeda.

Humanistic Psychology

Aliran humanistik merupakan bantahan dari kekurangan kekurangan yang ada di aliran behaviorisme dan psikoanalisa. Aliran humanistik ini didasarkan pada pengalaman masa lalu yang memiliki pengaruh pada pembentukan kepribadian manusia yang berbeda- beda.

Namun tetap perlu diakui bahwa keinginan manusia untuk bebas dalam membuat keputusan bagi dirinya juga merupakan penentu pembentukan kepribadian dirinya sendiri. Humanisme lebih menitikberatkan pada perkembangan manusia dengan faktor subjektif seperti gambaran diri seseorang, penilaian akan tingkah laku, pengamatan terhadap respon, cita- cita ideal, dan lainnya.

Keenam aliran besar ini diuraikan menjadi konsep keilmuan psikologi yang menunjukkan perkembangan dalam mempelajari kejiwaan manusia. Para psikolog yang tidak menganut aliran ini akan mengembangkan atau  menggunakan teori psikologi lainnya. Teori psikologi terpilih memilika sifat yang lebih objektif guna melengkapi dan menyempurnakan pemahaman dari masing- masing teori psikologi.

Tahapan perkembangan sejarah psikologi dimulai dari pra psikologi, psikologi sebagai ilmu ototnom, sampai pada psikologi modern yang sudah dikenal dan digunakan dalam berbagai keilmuan saat ini, semua itu tidak terlepas dari peran para tokoh- tokoh terdahulu. Keilmuan psikologi yang mempelajari fokus tentang kejiwaan manusia ini pun mendapat kritik kritik dan perbaikan perbaikan sehingga mencapai apda keyakinan keilmuan yang dipercayai secara luas atau lebih global. Berbagai pertentangan muncul pada zamannya sebagai bentuk pengembangan dari berfikir kritis dalam menilai suatu teori baru untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Maka begitu berartinya keilmuan psikologi modern yang digunakan saat ini dalam penerapannya berkaitan dengan mempelajari kejiwaan manusia dan respon lingkungan serta tingkah laku sebagai efek dari kejiwaan tersebut.



Makna Lambang Psikologi
 
lmu Psikologi juga memiliki logo atau lambang yang menjadi simbol keberadaannya. bentuk dari lambang psikologi adalah 𝚿 (trisula). penggunaan trisula sebagai logo psikologi bukan sembarangan, melainkan memiliki filosofi.

Perlu diketahui, bahwa sejarah penentuan lambang psikologi tidak diketahui kapan dan dimana tepatnya, serta siapa tokoh yang mencetuskan ide bentuk trisula juga belum diketahui. namun ada beberapa penjelasan yang masuk akan dari Pakar psikologi serta sumber-sumber yang tepercaya. Simbol Trisula merupakan alfabet Yunani urutan ke 23 yang disebut "Psi" dan nilai numeriknya 700.

Seorang Tokoh Psikologi bernama Sigmund Freud memberikan arti pada tiga cabang bentuk trisula, yaitu 3 aspek dasar manusia dan perilaku terhadap lingkungannya. Id, Ego, Superego adalah pencetus munculnya perilaku manusia yang dinamis. inilah yang membuat simbol trisula dirasa sangat tepat untuk menggambarkan ilmu psikologi.

Selain itu David Webb menjelaskan makna lambang psikologi dalam tulisannya di website "www.all-about-psychology.com", bahwa pada jaman dahulu terdapta penyakit mental yang di sebabkan oleh setan. sehingga lambang Trisula "garpu rumput setan" pada saat itu diadopsi para psikolog sebagai simbol resmi dalam kajian ilmu psikologi.

Secara Etimologi, asal kata Psikologi ( psycholgy ) berasal dari alfabet yunai "Psi", yang merupakan awal kata dari "Psyche", berarti Jiwa dan Pikiran. dapat disimpulkan bahwa definisi awal dari ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia manisfestasinya dari jiwa dan pikiran itu sendiri.

Yang menarik adalah Kalau dilihat sekilas, banyak orang-orang yang berpikir bahwa lambang trisula psikologi ini, identik dengan "simbol setan - devil". biasanya dalam film, setan memakai tongkat trisula.

Simbol Trisula dalam bahasa inggris berati "Trident" atau "garpu rumput setan". sedangkan di India, Trisula terkait dengan agama Hindu yaitu Dewa Shiva yang memiliki pasangan Dewi Tengkorak dan Dewa Sungai.

"Jika kalian memiliki referensi tentang tema kita hari ini, silahkan dishare untuk memperbaiki apa yang sudah saya jelaskan diatas. semoga bisa bermanfaat". Terima Kasih.

#sumber : dosenpsikologi.com - wikipedia.org#